Bagi kebanyakan orang lebih memilih melakukan perjalanan/traveling beramai ramai atau kelompok ***itu mau liburan apa tawuran*** . Memang tiap orang punya gaya tersendiri dalam mengisi liburan,ada yang lebih memilih dengan agen perjalanan biar gak ribet urus itinerary ada juga yang lebih senang buat itinerary nya sendiri dan ada juga yang cuman sekedar ikut ikutan. Begitupun destinasi,ada lebih memilih berwisata ke Gunung dan ada juga yang lebih memilih ke Pantai. Semua itu padahal sama aja,pada intinya liburan.

Makna Traveling Sesungguhnya

Buat gue pribadi,destinasi itu cuma tujuan dan yang utama itu ialah cara. Maksud dari kalimat gue “cara” itu ialah bagaimana cara loe mengisi liburan atau perjalanan. Pernah gak loe liat teman sosial media loe posting foto lagi asik liburan entah di Pulau Bali,Lombok,Singapure,atau pun Timor Leste lagi asik selfie dengan background pemandangan bla bla bla lalu posting di medsos dengan captions gak jelas dan muncul di Timeline beranda loe. Pasti loe baper,iri dan bermimpi akan segera kesana,tapi apakah loe gak bertanya ? Ngapain mereka disana dan hal apa aja yang mereka lakukan disana.

Solo Traveling Ke Garut

Kesimpulan nya begini,sejauh kaki loe melangkah liburan mau keliling dunia sekali pun semua akan terasa membosankan karena yang loe buru cuma foto buat di pamer di Sosial Media dan pasti semua itu akan terasa membosankan. 

Sejatinya makna dari sebuah perjalanan/liburan itu ialah cara,bagaimana cara loe melakukan perjalanan,misal nya : Loe selalu peka dengan situasi lingkungan dan keadaan terhadap destinasi yang sedang loe kunjungi,tidak pernah lupa untuk selalu menyatu dengan penduduk lokal atau pun selalu menanti hal hal yang tidak terduga lainya yang loe temui dalam sebuah perjalanan. Gue yakin.. orang yang berprinsip seperti akan selalu rindu sama yang namanya perjalanan/liburan.

Solo Traveling ke Jogja

Selanjutnya ialah Riset. Riset yang gue maksud ialah ketika loe ingin menyusun itinerary yang nama nya riset itu perlu banget dan wajib. Contoh : misalnya loe pengen pergi liburan ke Raja Ampat,tapi loe bingung ? Mulai dari akses transportasi kesana bagimana,penginapan disana mahal apa gak atau pun cari partner trip untuk kesana. Yang wajib loe lakukan ialah Riset,jaman sekarang kita di mudahkan untuk mengakses internet dan banyak sosial media yang bisa kita manfaatkan salah satunya Forum Facebook Grup Backpacker Nusantara ataupun mau yang lebih luas lagi seperti Backpacker Indonesia,dari forum komunitas Backpacker/Traveling Indonesia loe bisa mendapatkan segudang informasi tentang destinasi yang akan loe kunjungi. Kalo pun malu untuk bertanya di forum tersebut,langkah yang harus loe lakukan ialah Riset di Google dan jangan pernah bosan untuk me-Riset tentang destinasi yang akan loe kunjungi.

Solo Traveling ke Semarang

Jangan sampai ketika loe pulang dari destinasi yang sedang loe kunjungi,loe gak tau kalo dari sekitar destinasi yang sedang loe kunjungi ada destinasi lain yang wajib di kunjungi karena jaraknya berdekatan. Kerena loe gak tau,akhirnya loe menyesal. Itu semua karena loe kurang me-Riset tentang informasi destinasi yang sedang loe kunjungi.

Memilih Sebagai Solo Traveler atau Traveling Rame Rame

Banyak orang beranggapan kalo Solo Traveling itu menakutkan,kesepian dan seperti kaya orang bodoh. Maksud dari menakutkan itu ialah takut akan keselamatan,takut jadi korban perampasan bahkan jadi korban pelecehan atau pemerkosaan.

Liburan rame rame P.Tidung

Memang anggapan itu ada benarnya ? Tapi gak semua itu benar kok,jika selalu berpikir seperti itu. Kapan loe berani untuk memutuskan pergi seorang diri/Solo Traveling. Bahkan banyak Top Traveler lokal mengatakan,seseorang belom pantas disebut sebagai Traveler kalo belum mencoba yang namanya Solo Traveling sendiri. Jika lebih memilih gue akan lebih memilih sebagai Solo Traveler,karena dengan melakukan perjalanan seorang diri batas kemampuan kita uji misalnya tersesat dalam perjalanan,bingung mencari alamat penginapan yang sudah di boking sebelumnya,berhadapan dengan calo calo nakal atau pun belajar tenang menghadapi ataupun mengatasi dari masalah masalah yang di temui dalam perjalanan seorang diri. Selain itu masih banyak hal hal lain yang di temukan ketika melakukan perjalanan seorang diri. Sebagai contoh : gue pernah mendaki Gunung seorang diri,berangkat dari rumah menuju Basecamp pendakian seorang diri,sesampainya di Basecamp ada aja orang yang ngajak untuk mendaki bareng. Atau pun perjalanan gue Solo Traveling seorang diri waktu liburan sendiri di Garut,ketika gue menyusuri sebuah suku tradisional adat Sunda,ada aja penduduk lokal yang menemani gue menyusuri dan memperkenalkan gue akan adat budaya lokal setempat dan unik nya orang yang menemani gue itu ialah anak kecil usia 5 tahun asli penduduk lokal yang jadi tour guide gue selama di Garut selengkapnya baca disini Solo Traveling Ke Garut. Atau pengalaman perilaku sosial gue waktu solo traveling sendiri ke Tasikmalaya gue ketemu dengan Bapak tua yang kelaparan kaya seorang pengemis yang hendak membeli makan (Bapak tua itu megang uang namun recehan) dan pemilik warung pun ketakutan. Kerena iba,gue langsung memaksa pemilik warung itu untuk segera membuatkan makanan buat Bapak tua itu dan biar gue semua yang membayarnya. Lalu gue ajak Bapak tua itu menemaninya makan,ngobrol dari mana dan mau kemana lalu gue memberikan sedikit uang buat ongkos Bapak tua itu pulang,selengkapnya baca Solo Traveling ke Tasikmalaya. Bahkan gue punya pengalaman menyeramkan waktu Solo Traveling sendiri ke Semarang,ketika gue baru tiba di St Poncol Semarang perut gue mules luar biasa bahkan pret pret suara indah keluar dari pantat gue,ternyata gue boker di celana. Untung ada penjaga Masjid yang menyelamatkan nyawa gue,selengkapnya baca Solo Traveling ke Semarang dan masih banyak pengalaman pengalaman lain nya yang gue temui ketika gue lebih memilih Sebagi Solo Traveler. Suka duka sebagai Solo Traveler tidak akan membuat kapok justru sebaliknya bisa bikin ketagihan. Awalnya pun sama gue seperti mereka,gue takut kenapa kenapa di jalan,gue di colek di jalan dll tapi setelah gue mencobanya justru malah bikin gue ketagihan akan perjalanan seorang diri.

Libuaran dengan Open Trip (Banyuwangi Jawa Timur)

Kenapa Tidak Memilih Traveling Rame Rame
Akan ada masa dimana gue lebih memutuskan untuk pergi liburan bersama sama. Namun ada 1 hal jika lebih memilih liburan bersama sama. Jika liburan bersama sama atau rombongan gue justru tidak menemukan makna dari perjalanan itu sendiri. Gue disibukan dengan ngobrol dengan 1 rombongan hingga lupa mengamati keadaan sekitar,menyatu dengan penduduk lokal dll. Apapun pilihan nya Solo Traveling sendiri itu lebih menyenangkan ketimbang liburan bersama sama.

Iklan