Libur telah tiba libur telah tiba,hati ku gembira begitu lirik lagu jaman gue dahulu yang begitu terkenal. Tasya apa kabar yaah !!!! , Libur Natal 23-26 Desember 2017 hari yang sangat gue nantikan akhir-nya datang juga. 

We Are Pecellele Adventure

Setelah libur panjang 1-2-3 Desember 2017 kemarin gue ‘gak kemana-mana alias jadi b*ngke membusuk dikamar ‘gak kemana-mana gue sengaja mempersiapkan amunisi senjata buat liburan Natal (23-26 Des 2017) dan libur Tahun Baru (30 Des 2017-2 Jan 2018) inti-nya sih gue lagi hemat anggaran buat agenda libur Natal dan Tahun Baru. Pada Trip kali ini,gue putuskan ikut dengan PeceLLele Adventure Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Via Jalur Putri,kenapa gue milih untuk gabung dengan mereka !!! Yah,karena gue ‘gak punya itinerary lain jadi gue gabung dengan mereka dan mereka yang urus semua Itinerary termasuk boking SIMAKSI TNGGP,gue tinggal serahin Foto KTP dan duduk manis aja di rumah sambil nyusun Itinerary liburan Tahun Baru gue 30 Des – 2 Jan 2018 nanti. Rencana-nya sih mau liburan akhir tahun nanti gue mau ke Dieng-Wonosobo lagi.

Baca juga : Mengejar Sunrise Gunung Prau Dieng

Sabtu,23 Desember 2017 Itinerary-nya sih pakai motor,duh ‘gak kebayang kalo gue bawa si pinky si butut yang ‘gak kuat di bawa jarak jauh apa lagi menanjak tapi disisi lain,si pinky belum pernah gue ajak bercumbu di aspal Puncak,dengan penuh rasa hormat !! Gue pun nekat membawa si Pingky. 

Perumnas 3 Bekasi selain alamat rumah gue,disini juga tempat Basecamp atau markas Pecellele Adventure. Yang ikut Trip TNGGP kali ini : 

  1. ICHE
  2. AKBAR
  3. DODI
  4. FANNY
  5. TUTUNG
  6. SUCI
  7. DESTI
  8. NIZA
  9. BEWOK
  10. DEDE
  11. ANDRI
  12. ANGGA
  13. TRIYADI
  14. LUCKY
  15. BUNGA
  16. gue (RUMILAGI)

Gunung Gede Pangrango merupakan gunung terfavorit di Jawa Barat,karena akses-nya yang dekat dengan Ibu Kota. Dan gue yakin kebanyakan orang sudah lebih dari 1 kali mendaki Gunung Gede Pangrango,gue sendiri Trip kali ini merupakan Pendakian gue yang ke-3 di Gunung tersebut 2006 dan 2008. 

Baca juga : Kesurupan di Gunung Gede

PERATURAN

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terdapat 3 jalur resmi.

  1. Cibodas
  2. Gn Putri
  3. Salabintana

Jalur Cibodas dan Putri merupakan jalur terfavorit ketimbang jalur Salabintana. Gue sendiri belum pernah lewat jalur Salabintana,menurut mitos !! Jalur Salabintana ialah jalur paling ekstream,selain tempat kerajaan Pacet (hewan nakal penghisap darah) jalur Salabintana juga jalur paling jauh ketimbang Cibodas dan Putri,alasan kenapa jalur Salabintana kurang di minati para pendaki.

Banyak pendaki juga bilang !!! Gunung Gede Pangrango ialah salah satu Gunung paling ribet,mau mendaki aja mesti izin/urus SIMAKSI terlebih dahulu ditambah peraturan tidak boleh bawa ini itu selama pendakian.

Untuk informasi Boking SIMAKSI Taman Nasional Gunung Gede Pangrango silahkan KLIK DISINI

“Gue pribadi terakhir mendaki Gunung Gede tahun 2008 ketangkap petugas di Pos Gede Pangrango Operation jalur Gn Putri ketangkap membawa Odol & Shampo,terus gue disuruh membuat surat pernyataan berjanji tidak akan mengulanginya kembali yang gue tulis dan gue tanda tangani dan di lengkapi cap stempel Taman Nasional Gede Pangrango,gue masih ingat gue disuruh Push-up dan disuruh membeli sabun colek ukuran besar” gue sadar dan gue mengakui kesalahan gue tersebut.

Kenyataan-nya gue yakin peraturan dilarang membawa barang barang yang bersifat zat kimia seperti (Shampo,Odol & Sabun Mandi)peraturan dari dulu hingga sekarang 95% para pendaki pasti membawa barang-barang tersebut. Dan gue yakin mereka/para pendaki main cantik pintar menyembunyikan dan berkata (tidak membawa) jika ditanya para petugas pos pemeriksaan SIMAKSI,jujur aja deh !!! Iya kan…….

Gue juga pernah dengar tentang peraturan baru di TNGGP cuma gue lupa sumber-nya dari mana ? Yaitu sebuah peraturan yang buat gue bagus banget dan wajib di contoh buat pengelola kawasan Gunung gunung lain di Indonesia. Yaitu peraturan di larang membawa botol kemasan plastik seperti AQUA dan Tissue. Dan kenyataan-nya apa yang gue liat Pendakian kemarin gue sama sekali tidak melihat atau mendengar himbauan dari petugas tentang di larang membawa botol kemasan plastik dan Tissue,padahal jika benar adanya tentang peraturan itu akan berdampak positif sekali buat kebersihan dan keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Yang kita ketahui,sampah botol kemasan plastik ialah biang utama sampah yang di hasilkan oleh para pendaki. Di Gunung mana pun,pasti akan sangat mudah menemukan sampah botol kemasan plastik.

BACA : April 2017,Pendaki dilarang bawa 2 benda ini ke Gunung Gede Pangrango

POS PEMERIKSAAN SIMAKSI

Pada Pendakian TNGGP gue 2008 yang lalu,ketika menyerahkan SIMAKSI. Gue disuruh menulis oleh petugas GPO, barang apa saja yang gue bawa ? Misal-nya gue membawa 5 bungkus mie instant itu harus gue tulis sesuai dengan barang apa saja yang gue bawa begitupun tas Caril gue di bongkar oleh petugas mengecek kelengkapan apa saja yang di bawa termasuk cek bodi. 

Pos Pemeriksaan SIMAKSI (Jalur Putri)

Beda dengan Pendakian gue kemarin,hanya dengan menyerahkan SIMAKSI apakah sesuai kelengkapan nama nama yang terdaftar di SIMAKSI,mendengarkan peraturan dan instruksi dari petugas selanjutnya selamat jalan atau mendaki dan diberikan salam Hati-hati selama mendaki. Begitu pun pas laporan ketika selesai mendaki atau turun di Pos pintu masuk Pendakian,pendakian gue 2006 dan 2008 yang lalu ketika cek-out atau laporan ke pos sebelum pulang ke rumah. Kembali tas gue di bongkar oleh petugas termasuk cek body,mengecek apakah gue membawa atau memetik bunga Edelweiss ataupun mengecek apakah gue membawa barang-barang zat kimia lainya. 

“Tadi,gue ceritain di atas kalo gue pernah ketangkap membawa barang-barang kimia itu karena ada pemeriksaan tas dan cek body di Pos Pintu masuk Pendakian (GPO)

Sangat berbeda sekali ketika Pendakian kemarin,gue cuma menyerahkan SIMAKSI di Pos Pintu masuk (GPO) dan petugas hanya mengecek kelengkapan anggota atau nama-nama yang ada di SIMAKSI. Jika seandainya saja ada pemeriksaan tas dan cek body,gue yakin pasti bakal banyak yang ketangkap para pendaki nakal yang membawa barang-barang zat kimia ataupun pendaki nakal yang diam diam memetik bunga Edelweiss.

Endorse Keripik Ibu Yayuk
5cm Effect

Jalur Gunung Putri memang menanjak,cuma enak-nya lewat jalur ini terasa lebih singkat dari pada jalur Cibodas dan Salabintana. Tidak ada perbedaan ketika gue lewat jalur ini 2008 maupun Pendakian kemarin 2017. Yang membedakan hanya “5CM Effect” apa itu 5CM Effect.

“Pasti sudah pada tahu dan pernah nonton film 5CM,film 5 orang sahabat yang melakukan pendakian Gunung Sumeru” Effect dari film tersebut ialah banyak orang yang tertarik akan dunia Pendakian bahkan gunung sekarang lebih mirip pasar (ramai para pendaki) terutama saat musim liburan tiba”

Di tulisan ini,gue tidak menceritakan para pendaki yang terkena 5Cm Effect karena gue sendiri juga pelaku dari 5Cm Effect. Tapi yang mau gue ceritakan ialah ramainya para penjual atau pedagang yang menjual aneka macam makanan buat para pendaki.

Terutama di tiap tiap-tiap pos atau shelter akan sangat mudah di temukan para penjual atau pedagang. Berbeda sekali pada Pendakian gue 2006 dan 2008 yang lalu,tidak ada 1 pun gue temui para penjual atau pedagang di tiap tiap pos. Yang gue temui hanya pedagang “Nasi Uduk” yang sudah melegenda terutama di Pos Kandang Badak. Bahkan ? Temen gue pada Pendakian kemarin berkata !!! Di puncak ada yang jualan ? “Kereeennnnn!!!”

“Sebenarnya ada Point positif nya dan sama sama saling menguntungkan antara para pendaki dan para pedangan” Para pendaki tidak usah repot akan bekal bawaan cukup bawa uang yang banyak saja,sementara buat para pedagang. Semakin banyak pendaki semakin banyak keuntungan yang di dapat. Lalu bagaimana dengan para pendaki yang tidak suka dengan lapak lapak para pedagang tersebut,karena dampaknya akan mudah menimbulkan sampah dan merusak pemandangan ?? Kita positif Ting Ting aja,kalo ini sudah ladang rezeki dan mata pencaharian mereka,masalah sampah yang di timbulkan ? Gue yakin para pedagang juga tidak akan membiarkan sampah sampah berserakan di area sekitar lapak para pedagang tersebut”

ALUN ALUN SURYA KENCANA

Alun Alun Surya Kencana merupakan surga para pendaki yang melakukan pendakian Gunung Gede Pangrango. Disini akan sangat mudah menemukan bunga Edelweiss,disini juga merupakan tempat terbaik menikmati bunga Edelweiss tapi jangan di petik yah !!


Siapa pun yang pernah menginjakan kaki di Padang Savana Surya Kencana pasti akan rindu untuk kembali lagi kesini. Itu yang gue rasakan setelah 10 tahun lama-nya tidak menginjak kan kaki di Alun Alun Surya Kencana dan mimpi gue terwujud untuk kembali menikmati keindahan Savana yang luas dan cantik-nya bunga Edelweiss. Saking primadona-nya Surya Kencana untuk di jadikan tempat camping para pendaki,bahkan gue pernah mendengar berita kalo Surya Kencana pernah di beritakan jadi tumpukan sampah oleh para pendaki. 

BACA : Pendaki doyan buang sampah,kini Gunung Gede mirip Bantar Gebang

Perbedaan keindahan Alun alun Surya Kencana yang gue liat pada pendakian tahun 2006 & 2008,sangat berbeda sekali dengan apa yang gue liat kemarin. Yang gue liat kemarin,pohon atau bunga Edelweiss sepertinya mulai berkurang tidak sebanyak yang gue liat 10 tahun yang lalu. Entah apa penyebab-nya kita harus melestarikan dan merawat-nya biar tetap bisa di nikmati oleh generasi penerus jangan memetik apa lagi mengambil apa pun di Gunung.

PUNCAK GUNUNG GEDE

Tidak bisa menceritakan tentang puncak atau kawah Gunung Gede,karena target gue pada Pendakian kemarin,cukup sampai di Surya Kencana dan ingin lebih menikmati indah-nya Alun alun Surya Kencana.

Dari kesimpulan tulisan ini,gue hanya membedakan Pendakian gue tahun 2006 & 2008 dengan Pendakian kemarin 2017. Karena setiap moment atau peristiwa pasti punya cerita-nya masing-masing,untuk Catatan perjalanan atau cerita perjalanan selama pendakian Gunung Gede Via Jalur Putri sudah gue tulis di Blog Pecellele Adventure,Baca : PENDAKIAN GUNUNG GEDE VIA JALUR PUTRI PECELLELE ADVENTURE BEKASI

    Iklan