Dieng itu kota yang tepat buat yang mencoba menjadi Solo Traveler atau Solo Backpacker. Selain transportasi-nya yang mudah,harga-harga disana juga murah murah,wisata-nya pun berdeketan jadi tidak perlu banyak mengeluarkan ongkos atau berpindah dari angkot satu ke angkot lain-nya. Yang enak berkunjung ke Dieng dengan cara Backpacker dan disana nanti bisa mencari atau menyewa motor untuk keliling Dieng. Saat ini banyak sekali agen tour perjalanan wisata ke Dieng,dari pada pakai paket agen perjalanan mending dengan cara ala gaya Backpacker apa lagi kalo punya Jiwa Petualang sejati. Solo Traveling atau Solo Backpacker ke Dieng adalah pilihan tepat. Banyak pilihan trasnportasi menuju Dieng bisa menggunakan Kereta jurusan Jakarta-Purwokerto nanti menyambung Bus kecil lagi jurusan Purwokerto-Wonosobo ataupun bisa menggunakan tranportasi umum atau bus Jurusan Jakarta-Wonosobo. Liburan akhir tahun kali ini gue sengaja memilih Solo Traveling atau Solo Backpacker ke Dieng.

Baca : Itinerary Solo Backpacker Ke Dieng

Sempat khawatir banget,takut ‘gak kebagian Bus jurusan Wonosobo. Apa lagi ini Peak Season musim liburan akhir tahun dimana semua banyak yang pada pengen liburan,takut seperti kejadian tahun kemarin.

Baca : liburan akhir tahun 2016,tertipu calo

Dari semalam sebelum hari H,hati sudah galau banget mikirin tiket bus. Beberapa kali riset sana sini buat cari informasi lebih dalam Po bus mana saja yang melayani rute Cileungsi-Wonosobo ataupun Cibubur – Wonosobo. Gue sengaja,berangkat Start dari kostan gue di Cileungsi,biasa-nya gue Start dari Pol Sinar Jaya Cibitung dan kali ini gue mau start dari kostan gue. Kemudahan akses untuk menuju Dieng,yang susah itu mendapatkan tiket-nya,terutama saat musim liburan tiba. Berikut ini daftar Agen bus yang melayani rute Jakarta-Wonosobo

  • PO. SINAR JAYA
  • PO. PAHALA KENCANAPO.ROSALIA INDAH

Dari ke-3 PO tersebut,Sinar Jaya lah yang termurah dan terfavorit di kalangan para Backpacker. Setiap PO Bus punya keunggulan masing-masing,kalau cari yang termurah bisa pakai Sinar Jaya kalo cari yang biasa saja bisa pake Rosalia Indah dan kalo mau cepat sampai pakai Pahala Kencana. Tapi dari ke 3 PO di atas gue ‘gak sama sekali mendapatkan tiket,mau pakai Sinar Jaya tapi dari pihak Agen mengatakan kalo Tiket Sinar Jaya tidak bisa di pesan,beda dengan Agen Agen Bus lain-nya. Sementara Pahala Kencana dan Rosalia nasib gue lebih tragis yaitu kehabisan tiket. Akhir-nya gue ditawari tiket Bus Pariwisata seharga 140K jurusan Wosonobo.

“Biasa-nya Setiap puncak musim liburan tiba,terkadang suka ada bus dadakan (Pariwisata),kalo harga tergantung nasib yah !!! Kalo lagi ‘gak beruntung bisa kena 200K (Jakarta-Wonosobo)

Tanpa pikir panjang,dari pada gue pusing jadi gila gara-gara gue ‘gak dapat tiket Bus ke Wonosobo,akhirnya gue ambil saja seharga 140K. Jika gue mengulur waktu yang ada entar harga yang di tawarkan bisa sampai 200K kejadian itu pernah gue alami ketika gue ‘gak kebagian tiket Jakarta-Joga 200K. Bahkan gue pernah ngalamin membeli tiket (Bus dadakan/Pariwsita) saat musim liburan lebaran tahun kemarin sebesar 395K jurusan (Jogja-Jakarta).

Tiket Bodong Tapi Jujur

Liat dari penampakan tiket seperti itu ada rasa keraguan sih,takut gue jadi korban dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan gue tetap positif ting-ting sajalah yakin gue akan tiba di Wonosobo dengan selamat. Jam 14.30 gue sudah tiba di agen Sinar Jaya Bantar Gebang,Lohhhhh kok di Agen bus Sinar Jaya kata-nya naik bus Pariwisata ??? Yah,nama-nya juga bus dadakan jangan heran kalo bus model kaya begini bisa berhenti di agen bus mana saja buat narik penumpang yang sudah order dan jangan makin heran lagi kalo diajak muter muter dulu buat tarik penumpang. 

Setiba-nya gue di agen cari makan dahulu,gue sadar dan tawakal kalo naik bus ini memang tidak dapat service makan,eh Sinar Jaya juga loh,’gak dapat makan ? Kecuali Rosalia Indah dan Pahala Kencana itu sudah dapat service makan 1x. Gue juga berharap waktu itu kali aja ketemu orang yang juga mau liburan ke Dieng,biasa-nya kalo gue mau ke Dieng sering ketemu para pendaki atau berbarengan 1 bus para pendaki yang mau mendaki Prau,Sumbing dan Sindoro. Eh nyata-nya gue sendiri yang paling ganteng paling unyu lengkap dengan membawa tas caril ukuran 85L. Banyak yang heran liat gue membawa tas ukuran segitu bahkan lebih heran-nya lagi mereka liat gue mau jalan-jalan sendirian ke Dieng,mungkin aneh buat mereka !!! Tapi tidak aneh buat gue malah ini gue bilang kereeennnnn. “Loh,kok tidak bawa pasangan mas ?????” Bawa diri sendiri saja sudah tekor,gimana kalo bawa pasangan ? Bisa dower nih dompet. Jam 16.00 kata-nya bus akan tiba,tapi ‘gak datang datang juga,harap maklum kalo naik bus dadakan biasa-nya suka ngareeettt preet !!! Ekspetasi gue,bus-nya kaya gimana ya rupa-nya,takut bus yang gue tumpangi nanti mirip kaya bus odong odong. Dan pada akhirnya ngaret 3 Jam,jam 20.00 bus datang juga mendarat di agen. 

Bus Pariwisata/Bus Cabutan kali ini

Lumayan lah ?? tidak mengecewakan gue. Tampilan luar sama dalam juga okeh walaupun formasi seat-nya 3-2. Sepanjang jalan pun bus Full music ada TV LCD-nya juga pokok-nya cukup lumayan buat mengantarkan gue sampai Wonosobo.

Rejeki anak Soleh…!! Apa maksud-nya ? Gue beruntung dapat supir lumayan gila,Bus Pariwisata yang biasa-nya Alon Alon asal klakson kali ini tidaaaakkk,semua Bus malam di libat habis. Jalur juga lancar dari pintu tol Cikarang Utama hingga exit tol Cipali semua lancar,padahal perjalanan gue waktu itu H-1 malam tahun baru puncak-nya arus mudik liburan. Sangat berbeda dengan trip Dieng 2015 yang lalu dengan Bus Sinar Jaya Start dari Cibitung sampai Wonosobo gue jam 11 Siang,oh my gooddss !!! Lebih dari 12 jam dengan waktu normal 8 Jam perjalanan. Lagi lagi rezeki anak Soleh,gue tiba di terminal Mendolo Wonosobo jam 05.30 pagi. Padahal estimasi perjalanan gue bakalan tiba jam 8 pagi,padahal Bus pariwisata yang gue tumpangi kali ini masuk tol timur Bekasi jam 21.00 sampai terminal Mendolo Wonosobo jam 05.30 pagi bisa di katakan serasa naik Pahala Kencana,up’s…..

Penampakan Gunung Sumbing dari Terminal Mendolo

Welcome Terminal Mendolo Wonosobo. Terminal Mendolo Wonosobo ialah terminal terindah buat gue,bukan indah karena arsitektur-nya ? Tapi indah dengan landscape pemandangan gunung gunung di Jawa Tengah seperti Prau,Sumbing,Sindoro,Telomoyo dan pegunungan Dieng berdiri kokoh menjadi pemandangan yang spektakuler. Disini juga bersih loh,para penjual atau penduduk lokal juga ramah tamah ditambah bebas pengamen. Di terminal Mendolo Wonosobo juga menjadi titik Point buat para pelancong atau pendaki yang ingin mendaki Sumbing,Sindoro,Prau atau pun yang ingin liburan ke Dieng. Yang membedakan hanya transportasi lanjutan-nya ? Jika ingin menuju pos pendakian Gunung Sumbing atau Sindoro,langsung saja naik micro bus. Oia apa itu Micro Bus ? 

Micro Bus adalah sejenis angkutan bus ukuran kecil yang sudah amat populer di Terminal Mendolo Wonosobo. Kalo di Jakarta mirip kaya Metro Mini namun disini ukuran-nya relatif lebih kecil,mungkin di karenakan rute atau jalur menuju Dieng itu menanjak. Dengar dengar sih Bus ukuran medium atau besar dilarang masuk kawasan dataran tinggi Dieng kecuali buat para supir bus yang punya skill dewa buat melintas kawasan dataran tinggi Dieng. Dan jika sudah tiba di Dieng jangan heran kalo banyak Micro Bus yang di sewa agen agen perjalanan atau open Trip. Jika ingin mendaki Sindoro atau Sumbing bisa naik Micro Bus jurusan Temengung.

Micro Bus Wonosobo-Temenggung

Dan kalau ingin berwisata ke Dieng atau mendaki ke Prau langsung cari Micro Bus jurusan Dieng-Batur dan harga-nya 15-20K.

Micro Bus Jurusan Dieng-Batur

Jangan sampai salah naik jurusan ya ? Soal-nya banyak pendaki juga yang masih bingung mana membedakan Micro Bus jurusan Temenggung dan Micro Bus jurusan Dieng-Batur. Cara membedakan-nya cukup liat pintu-nya aja,kalp jurusan Temenggung pintu masuk penumpang ada 2,kalo jurusan Dieng-Batur pintu masuk penumpang cuma ada 1. Sebenar-nya kalo dari arah ibu kota kalau mau langsung ke Dieng ‘gak usah turun di terminal Mendolo Wonosobo,bisa turun di pertigaan (Lupa gue nama-nya) bilang aja ke kondektur-nya minta turun di pertigaan arah Dieng. Tapi kebanyakan para Backpacker atau pelancong lebih milih turun di terminal Mendolo untuk istarahat terlebih dahulu dan mencari tiket pulang untuk perjalanan keesokan hari-nya. Eh ini penting banget !! Sampai Terminal Mendolo Wonosobo langsung aja deh cari tiket pulang,jangan entar entaran apa lagi berkunjung ke Dieng saat Peak Season tiba bakalan susah buat mencari tiket pulang. Kalau gue kemarin pas sampai Terminal Mendolo Wonosobo langsung duduk manis didepan Loket atau agen Sinar Jaya sambil menunggu Loket di buka. For Your Informations Sinar Jaya masih terfavorit yang melayani rute rute kota kota di Jawa Barat hingga Lampung gan !!!

Tiket Sinara Jaya Wonosobo-Bogor

Wonosobo-Bogor seharga 110K include Air mineral 600ml. Alhamdulillah tiket sudah gue dapat untuk keberangkatan esok hari,eehh bonus air mineral lumayan buat lepas dahaga. Sambil istirahat,ngopi-ngopi,sarapan dan mandi sebelum memutuskan langsung menuju dataran tinggi Dieng. Gue tiduran sejanak 2 jam lah buat kembali isi tenaga sebelum petualangan ini di mulai sambil liat liat situasi yang di penuhi para pendaki dari berbagai daerah yang baru saja berdatangan sambil cari kenalan buat share informasi.

Iklan